PENGADILAN AGAMA KOTAMOBAGU SUKSES MELAKSANAKAN EKSEKUSI DENGAN BANTUAN PENGADILAN AGAMA BOROKO

PENGADILAN AGAMA KOTAMOBAGU SUKSES MELAKSANAKAN EKSEKUSI DENGAN BANTUAN PENGADILAN AGAMA BOROKO

Written by Admin

.

Senin, 11 Pebruari 2019 sekira pukul 11.00 WITA Tim Eksekusi dari Pengadilan Agama Boroko terdiri dari Wakil Ketua Al-Ansi Wirawan, S.Ag, Panitera Iswan, SH, Panmud Hukum Abdul Muis Ali, SHI, Jurusita Pengganti Jansur, S.Kom dan Husain Permata, melakukan briefing dengan pihak Keamanan terdiri dari Kepala Polsek Bintauna AKP M. Ali Tahir, Kepala Polsek Sangkub IPDA. Agus Sumandik, Kanit Intel Polres Bolmong serta Dewi Dharmayanti Hutabarat dan Abdul Adar Mareteng tenaga teknis BPN Bolaang Mongondow Utara untuk persiapan pelaksanaan eksekusi terhadap 3 (tiga) obyek tanah sengketa masing-masing 2 (dua) obyek terletak di perkebunan Moiilu, Desa Kopi, Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan 1 (satu) obyek terletak di Desa Sangkub III, Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara;

Dalam briefing dibicarakan teknis pelaksanaan eksekusi dan yang menjadi Komandan lapangan adalah Kapolsek Bintauna AKP M. Ali Tahir untuk obyek di Desa Kopi dan Kapolsek Sangkub IPDA. Agus Sumandik untuk obyek di Desa Sangkub.

Selasa, 12 Pebruari 2019 sekira pukul 08.00 WITA, Panitera membuka pelaksanaan eksekusi selanjutnya Tim Eksekusi dari Pengadilan Agama Boroko, Tenaga Teknis BPN Bolaang Mongondow Utara dan Pihak Keamanan yang terdiri pimpin oleh Kapolsek Bintauna dan di backup oleh personil dari Polsek Sangkub menuju lokasi obyek tanah yang akan dilakukan eksekusi di perkebunan Moiilu Desa Kopi Kecamatan Bintauna Kab. Bolmut, dengan menggunakan kendaraan Patroli Polsek Bintauna dan Polsek Sangkub selama kurang lebih 1 jam perjalanan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam, setiba di obyek yang menjadi sengketa yaitu sebidang Tanah yang terletak di Perkebunan Moiilu, Desa Kopi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan luas 178.638 m². dengan batas-batas sebagai berikut :

-            Utara         :   Tanah milik Pulin;

-            Selatan     :   Kawasan Hutan Lindung;

-            Barat          :    Tanah milik Pulin dan Kawasan

-            Timur         :    Tanah milik Pulin;

Di lokasi tersebut hanya dihadiri oleh Para Pemohon, selanjutnya Panitera Pengadilan Agama Boroko membacakan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kotamobagu tanggal 30 Nopember 2018, dan melakukan pengukuran dan pembagian harta warisan sesuai isi putusan dilanjutkan pemancangan papan pengumuman, Setelah pemancangan papan pengumuman tersebut disampaikan kepada Para Pemohon Eksekusi dan akan diberitahukan kepada Para Termohon Eksekusi untuk diberi kesempatan untuk mengambil hasil pembagian hak warisnya.

Selanjutnya Tim Eksekusi dari Pengadilan Agama Boroko, Tenaga Teknis BPN Bolaang Mongondow Utara dan Pihak Keamanan yang terdiri pimpin oleh Kapolsek Bintauna dan dibackup oleh personil dari Polsek Sangkub menuju ke tempat obyek yang menjadi sengketa, yaitu sebidang Tanah yang terletak di Perkebunan Moiilu, Desa Kopi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan luas 33.280 m². dengan batas-batas sebagai berikut :

-            Utara         :    Tanah milik Pulin;

-            Selatan     :   Sungai;

-            Barat          :    Tanah milik Pulin;

-            Timur         :    Tanah milik Pulin;

Di lokasi tersebut hanya dihadiri oleh Para Pemohon, selanjutnya melakukan pengukuran dan pembagian mulai jam 17.00 WITA hingga jam 19.30 WITA, Setelah pengukuran dan pembagian harta warisan sesuai isi putusan dilanjutkan pemancangan papan pengumuman, Setelah pemancangan papan pengumuman tersebut disampaikan kepada Para Pemohon Eksekusi dan akan diberitahukan kepada Para Termohon Eksekusi untuk diberi kesempatan untuk mengambil hasil pembagian hak warisnya.

Rabu, 13 Pebruari 2019, sekira jam 10.00 Wita, Tim Eksekusi melakukan briefing dengan Kapolsek Sangkub IPDA. Agus Sumandik, untuk pelaksanaan eksekusi terhadap obyek yang menjadi sengketa yaitu sebidang Tanah yang terletak di Desa Sangkub III, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan luas 10.361,3 m². dengan batas-batas sebagai berikut :

-            Utara       : Jalan Raya Trans Sulawesi

-            Selatan   : Saluran Irigasi

-            Barat        : Jalan

-            Timur       : Jalan

dan pada saat breafing Kapolsek Sangkub memberikan beberapa informasi bahwa ada kerumunan massa sekitar 30 sampai dengan 50 orang di obyek eksekusi dan berdasarkan informasi dari Kasat Intel Polres Bolmong bahwa eksekusi akan mendapat perlawanan, sehingga pihak keamanan merekomendasikan kepada Tim Eksekusi agar tidak masuk ke lokasi obyek eksekusi, tetapi Panitera Pengadilan Agama Boroko menyatakan harus ke lokasi untuk menjalankan standar prosedur operasional pelaksanaan eksekusi;

            Setelah berdiskusi cukup alot akhirnya pihak keamanan bersedia mengawal Tim Eksekusi dari Pengadilan Agama Boroko yang terdiri dari Wakil Ketua, Panitera, Tenaga Teknis BPN Bolmut dan 2 (dua) orang saksi untuk menuju ke lokasi obyek eksekusi;

            Sesampai di lokasi obyek eksekusi ternyata ada kerumunan massa sekitar 100 orang lebih yang sebagian besarnya adalah pria;

            Dengan pengawalan ketat dari pihak Polsek Sangkub dan dibackup oleh Polsek Bintauna yang terdiri dari 30 personil, Tim Eksekusi bertemu dengan Para Termohon Eksekusi, pada saat Panitera menjelaskan maksud kedatangan Tim kepada Para Termohon Eksekusi, massa semakin mendekat hanya berjarak 3 meter dari Tim Eksekusi tetapi masih bisa dihalau oleh pihak keamanan;

Karena situasi semakin tidak kondusif dan mengancam keselamatan tim Eksekusi sehingga pihak keamanan menyarankan untuk tidak melanjutkan pelaksanaan eksekusi.

Berdasarkan masukan dari pihak keamanan, maka panitera menyatakan eksekusi ditangguhkan, dan dapat diajukan permohonan pelaksanaak eksekusi lagi pada obyek yang gagal dilaksanakan di Pengadilan Agama Kotamobagu. Setelah Panitera Pengadilan Agama Boroko menangguhkan pelaksanaan eksekusi selanjutnya tim eksekusi meninggalkan obyek eksekusi dengan menggunakan mobil patroli.