Written by Irawati Mustafa S.H.I

KULTUM RAMADHAN PENGADILAN AGAMA KOTAMOBAGU

kultumawal

Senin, 06 Mei 2019 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1440 Hijriyah, bertempat di Mushola Pengadilan Agama Kotamobagu, Keluarga Besar Pengadilan Agama Kotamobagu mengadakan kegiatan ibadah sholat dzuhur berjamaah dan Kultum (kuliah tujuh menit). Kegiatan ini sudah berlangsung secara rutin setiap tahunnya di bulan suci ramadhan dan sebagaimana jadwal kultum yang telah disusun, yang bertugas menjadi penceramah pada hari pertama puasa adalah Bapak Drs. Mufi Ahmad Baihaqi, M.H (Wakil Ketua Pengadilan Agama Kotamobagu), dimana kegiatan ini juga sejalan dengan agenda Bapak Wakil Ketua Pengadilan Agama Kotamobagu, yang menginginkan aparatur pengadilan menjalankan ibadah puasa yang lebih berkualitas secara jasmani dan rohani sehingga berjalan beriringan antara kewajiban ibadah puasa dan kewajiban mejalankan pekerjaan sehingga Bapak Wakil mengintruksikan bagi seluruh pegawai PA Kotamobagu untuk mengikuti ibadah sholat dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan Kultum.

kultum1

 

Di dalam ceramahnya Bapak Wakil Ketua PA Kotamobagu yang pada intinya membahas isi kandungan Surat al Baqarah Ayat 183 yang Artinya :      “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Dan Hadits Nabi SAW yang berbunyi :

 عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غُفر له ما تقدم من ذنبه.  (رواه الشيخان)

Artinya: Dari Abu Hurairah ra. berkata: Nabi saw bersabda: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (Muttafaqun 'alaih : Al Bukhari No. 38 dan Muslim No. 760).

kultum3

"Hakikat Puasa tidak hanya semata menahan lapar dan dahaga, akan tetapi juga dapat meningkatkan kualitas keimanan diri kita menjadi lebih baik (apa yang diucapkan itu yang dilakukan dan yang dilakukan sesuai apa yang diucapkan) dan lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT/taqorrub ilallah seperti menjauhkan diri dari sifat dan perbuatan buruk yang membuang-buang waktu percuma seperti lagho, ghibah dan marah-marah/umpatan, dan semoga dengan rasa ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa ini, dapat membuat kita termasuk umat yang bertaqwa (derajat paling tinggi di sisi Allah) dan menjadi orang-orang yang beruntung dimana dosa-dosanya diampuni Allah SWT”.(arh/timredaksi pa kotamobagu)